KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma'arif Gupolo

KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma'arif Gupolo. Foto: Istimewa

Ulaswara.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggelar sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) di MI Ma'arif Gupolo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) ini bertujuan membangun kesadaran siswa sejak dini tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Mengusung tema "Stop Bullying: Demi Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman", kegiatan tersebut menghadirkan edukasi mengenai bahaya perundungan, kenakalan pelajar, serta pentingnya membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai bentuk perundungan serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan setiap tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

Edukasi Kenakalan Pelajar dan Bentuk-Bentuk Bullying

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan sekaligus upaya pencegahan kenakalan pelajar sejak usia sekolah dasar. Materi tersebut dinilai penting mengingat siswa merupakan generasi penerus yang perlu dibekali karakter positif sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Babadan memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk kenakalan pelajar yang masih sering dijumpai, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

"di lingkungan sekolah itu masih banyak siswa yang tidak menaati peraturan seperti merokok dll, apalagi ketika berkendara di jalan"

kata Yoga selaku Bhabinkamtibmas saat materi berlangsung.

Selanjutnya, perwakilan Babinsa, Aris Setiawan, memaparkan materi mengenai kenakalan remaja dan berbagai jenis perundungan. Dari beberapa bentuk bullying yang dijelaskan, ia memberikan perhatian khusus terhadap cyberbullying yang dinilai semakin mengkhawatirkan seiring pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial oleh anak-anak.

Menurutnya, penggunaan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri agar tidak disalahgunakan untuk menyakiti orang lain. Sebagai penutup materinya, Aris menyampaikan pesan singkat yang sarat makna kepada para siswa, "Jarimu adalah harimaumu."

Video Edukasi Perkuat Pemahaman Siswa

Untuk memperkuat materi yang telah disampaikan, panitia juga memutar video edukasi mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial, intimidasi, cyberbullying, hingga perundungan seksual.

Video tersebut memperlihatkan dampak serius yang dapat dialami korban, seperti hilangnya rasa percaya diri, tekanan psikologis, penurunan motivasi belajar, depresi, hingga munculnya risiko korban berubah menjadi pelaku akibat trauma yang dialaminya.

Melalui tayangan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama merupakan kunci utama dalam mencegah perundungan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Mahasiswa KKN Tanamkan Nilai Pertemanan Sehat

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN, Adi, yang mengajak para siswa memahami makna pertemanan yang sehat melalui tiga nilai utama, yakni pentingnya berteman, saling menyayangi, dan saling membantu.

Ia menjelaskan bahwa budaya saling menghormati dan peduli terhadap teman dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mengurangi praktik bullying di lingkungan sekolah.

"Sesama teman tidak boleh saling mengejek, mengucilkan, atau memukul. Tindakan-tindakan tersebut sudah masuk dalam kategori bullying," ujar Adi.

Ia menambahkan,

"Jika ada teman kita yang dirundung, sebagai teman yang baik kita wajib membantu, membelanya, serta menegur pelaku agar menghentikan aksinya.”

Diharapkan Ada Pendampingan Berkelanjutan

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Panitia juga membagikan sejumlah doorprize kepada siswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama mengikuti sosialisasi.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan saja. Mereka menginginkan adanya tindak lanjut dari pihak sekolah bersama aparat keamanan melalui pendampingan dan edukasi secara berkelanjutan, sehingga budaya anti-perundungan dapat terus ditanamkan kepada seluruh siswa, khususnya di MI Ma'arif Gupolo, Babadan, Ponorogo.

 (red)

Posting Komentar untuk "KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma'arif Gupolo"