FGD Generasi Emas Institute Perkuat Partisipasi Politik Generasi Muda

FGD Generasi Emas Institute. Foto: Istimewa
Ulaswara.com - Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Generasi Emas Institute di Kota Malang dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat partisipasi politik generasi muda sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 (03/08/2026).

Ketua Pelaksana FGD Generasi Emas Institute, Yusril Toatubun, menyampaikan apresiasi kepada Founder Generasi Emas Institute, Pangeran Mangkubumi, para narasumber, tim penyelenggara, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan forum bertajuk "Bonus Demografi dan Masa Depan Demokrasi Indonesia: Mendorong Peningkatan Partisipasi Politik Generasi Muda Melalui Pendidikan Politik."

Menurut Yusril, penyelenggaraan FGD yang telah berlangsung di Jakarta, Bandung, dan Malang, serta akan berlanjut ke Yogyakarta dan Semarang, menunjukkan komitmen Generasi Emas Institute dalam membuka ruang diskusi bagi anak muda untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

"Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan forum ini. Generasi Emas Institute telah menghadirkan sebuah ruang yang sangat penting bagi anak-anak muda untuk belajar, berdiskusi, serta membangun kesadaran bersama mengenai peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa," ujar Yusril.

Ia menilai bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya menjelang Indonesia Emas 2045 merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui pembangunan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keunggulan demografi tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diiringi dengan peningkatan kapasitas generasi muda, baik dari sisi kompetensi, karakter, maupun kesadaran berbangsa dan berdemokrasi.

Yusril menjelaskan bahwa konsep Generasi Emas tidak semata-mata merujuk pada besarnya jumlah penduduk usia produktif, melainkan pada lahirnya generasi yang memiliki integritas, kemampuan intelektual, daya saing global, literasi digital, kepemimpinan yang inklusif, serta kepedulian terhadap kepentingan bangsa.

Dalam pandangannya, pendidikan politik menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Generasi muda, kata dia, perlu didorong menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat kebijakan.

"Partisipasi politik generasi muda bukan hanya berbicara tentang pemilu atau memilih pemimpin. Lebih dari itu, partisipasi politik adalah keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, mengawasi jalannya pemerintahan, membangun budaya dialog, hingga melahirkan inovasi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik," lanjutnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta selama pelaksanaan FGD di Kota Malang. Diskusi yang melibatkan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga masyarakat umum tersebut dinilai menunjukkan besarnya perhatian generasi muda terhadap isu-isu demokrasi dan kebangsaan.

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam membangun jejaring kolaborasi lintas organisasi maupun lintas disiplin ilmu yang mampu melahirkan gerakan sosial berkelanjutan.

"Animo luar biasa yang ditunjukkan peserta di Kota Malang menjadi bukti bahwa generasi muda sesungguhnya haus akan ruang-ruang intelektual yang mendorong lahirnya pemikiran kritis sekaligus solusi atas berbagai tantangan bangsa. Saya percaya, dari forum-forum seperti inilah akan lahir gerakan kolektif yang mampu menjawab tantangan generasi muda Indonesia di masa depan," ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Yusril berharap rangkaian FGD Generasi Emas Institute yang akan terus berlanjut di berbagai daerah dapat memperkuat ekosistem pendidikan politik di Indonesia sekaligus melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang berintegritas, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan bangsa.

"Kami percaya bahwa investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan manusianya. Ketika generasi muda diberikan ruang untuk belajar, berdialog, dan berpartisipasi, maka sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih demokratis, inklusif, maju, dan berkeadilan. Semoga ikhtiar yang telah dimulai oleh Generasi Emas Institute ini terus tumbuh menjadi gerakan nasional yang menginspirasi lahirnya generasi emas di seluruh penjuru Indonesia," tutup Yusril.

(*/red)

Posting Komentar untuk "FGD Generasi Emas Institute Perkuat Partisipasi Politik Generasi Muda"