KKN MAs Duwantaraya Dorong Digitalisasi UMKM Desa Duwet melalui QRIS

Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya mendampingi pelaku UMKM Desa Duwet dalam proses digitalisasi pembayaran melalui QRIS.
Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya mendampingi pelaku UMKM Desa Duwet dalam proses digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Foto: Istimewa.
Ulaswara.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 05 Duwantaraya mendorong digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada 10 Agustus 2026 melalui pengenalan dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam sistem pembayaran. Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, serta pelaku usaha setempat.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat pembayaran digital menggunakan QRIS. Mahasiswa kemudian mendampingi pelaku UMKM dalam proses pendaftaran, pemenuhan persyaratan, hingga praktik penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.

Pendampingan dilakukan secara langsung agar pelaku usaha tidak hanya memahami konsep pembayaran digital secara teori, tetapi juga mampu membuat dan mengoperasikan QRIS secara mandiri. Mahasiswa turut memberikan arahan mengenai cara menempatkan kode QRIS agar mudah dilihat dan diakses oleh pelanggan ketika melakukan pembayaran.

Salah satu anggota tim KKN MAs Duwantaraya menyampaikan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi langkah penting bagi pelaku UMKM untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Menurutnya, keberadaan QRIS dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi konsumen. Di sisi lain, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk memperluas kemampuan dalam mengelola transaksi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Program digitalisasi UMKM tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian KKN MAs Kelompok 05 Duwantaraya di Desa Duwet. Sejumlah program lain turut dijalankan, di antaranya PELITA yang berfokus pada pendidikan dan karakter, CANTIKA dalam bidang ekonomi dan lingkungan, revitalisasi masjid melalui penataan lingkungan dan tanaman hias, serta KOMPAK yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan pembuatan kompos untuk mendukung kesuburan lahan pertanian.

Pendampingan digitalisasi UMKM melalui QRIS oleh mahasiswa KKN MAs Duwantaraya di Desa Duwet.
Pendampingan digitalisasi UMKM melalui QRIS oleh mahasiswa KKN MAs Duwantaraya di Desa Duwet. Foto: Istimewa.

Rangkaian program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial-keagamaan, hingga pertanian. Digitalisasi UMKM melalui QRIS menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di tengah perkembangan transaksi berbasis teknologi.

Ke depan, pendampingan terhadap UMKM Desa Duwet diharapkan tidak berhenti pada penggunaan QRIS. Pelaku usaha juga diharapkan mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha lainnya, seperti pemasaran melalui media sosial, pembuatan katalog produk secara daring, pencatatan keuangan sederhana, hingga pemanfaatan berbagai platform digital untuk memperluas pasar.

Melalui langkah tersebut, mahasiswa KKN MAs Duwantaraya berharap UMKM di Desa Duwet semakin mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus berlanjut sehingga proses transformasi digital memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat.

(*/red)

Posting Komentar untuk "KKN MAs Duwantaraya Dorong Digitalisasi UMKM Desa Duwet melalui QRIS"