KKN MAs Duwantaraya Latih Ibu-Ibu Desa Duwet Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya memberikan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Duwet, Kabupaten Malang.
Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya memberikan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Duwet, Kabupaten Malang. Foto: Istimewa.

Ulaswara.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 05 Duwantaraya menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan bertajuk CANTIKA (Ciptakan Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Cantik dan Berdaya Jual) di Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut diikuti 35 ibu-ibu setempat. Tidak sekadar memberikan materi, mahasiswa menggabungkan sosialisasi dengan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah hingga menjadi produk siap digunakan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran dan teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual.

Program CANTIKA menjadi salah satu program pengabdian unggulan KKN MAs Kelompok 05 Duwantaraya selama menjalankan kegiatan KKN. Sasaran utama kegiatan adalah ibu-ibu rumah tangga yang dinilai memiliki keterlibatan langsung dengan penggunaan minyak goreng dalam aktivitas memasak sehari-hari.

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan pengelolaan minyak jelantah yang masih kerap dibuang secara langsung. Padahal, pembuangan limbah minyak secara sembarangan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa memperkenalkan alternatif pemanfaatan minyak jelantah sekaligus mendampingi peserta dalam mengolahnya menjadi lilin aromaterapi.

Peserta tidak hanya diajarkan proses produksi. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pemasaran produk, baik melalui penjualan secara langsung maupun pemanfaatan media sosial. Teknik pengemasan turut menjadi bagian dari pelatihan agar produk yang dihasilkan memiliki tampilan menarik dan lebih siap dipasarkan.

Nizardi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Muara Bungo sekaligus Penanggung Jawab Program Kerja, mengatakan pendekatan praktik secara langsung dipilih agar peserta dapat memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan setelah kegiatan berakhir.

"Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi ibu-ibu langsung mempraktikkan pembuatan lilinnya hingga jadi. Kami juga membekali cara memasarkan dan mengemas produk agar benar-benar siap dijual, bukan sekadar menjadi kerajinan tangan," ujarnya.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pemasaran dan pengemasan sehingga memiliki gambaran untuk mengembangkan hasil produksi menjadi usaha rumahan.

Melalui CANTIKA, mahasiswa KKN MAs Kelompok 05 Duwantaraya berharap pemanfaatan minyak jelantah dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih kreatif. Di sisi lain, keterampilan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu di Desa Duwet, melalui pengembangan produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan secara berkelanjutan.

(*/red)

Posting Komentar untuk "KKN MAs Duwantaraya Latih Ibu-Ibu Desa Duwet Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi"